Mohsain bin Badron: Pilar Terapi dan Pembimbing Inspiratif di Singapura
Mohsain bin Badron, seorang Certified Professional Hypnotherapist dan Licensed CTC Trainer, adalah sosok yang telah memberi dampak besar dalam dunia pengembangan diri, baik di Singapura maupun secara internasional. Lahir pada 24 April 1956 di Singapura, beliau kini berusia 69 tahun, namun semangatnya untuk membantu orang lain mencapai kesembuhan emosional dan transformasi pribadi tetap tak pernah pudar.
Sebagai Ketua Indonesia CTC Practitioner Association (ICPA) Chapter Singapura, Mohsain memimpin salah satu chapter yang paling aktif di antara seluruh Chapter ICPA. Dengan lebih dari seratus praktisi CTC yang tergabung dalam komunitas ini, beliau telah berhasil menggerakkan kegiatan Creative Trauma Cleansing (CTC) secara rutin hampir setiap bulan sepanjang tahun. Keaktifannya ini menjadikan ICPA Singapore sebagai contoh utama dalam penyebaran dan pengembangan teknik CTC yang ditemukan oleh Jumala Multazam.
Mohsain tidak hanya dikenal sebagai seorang praktisi terapi, namun juga sebagai pendidik yang mendedikasikan waktu dan pengetahuannya dalam melatih praktisi baru. Dengan berbagai gelar pendidikan yang telah diraihnya, mulai dari Diploma in Counselling Psychology dari American University of Hawaii, hingga menjadi Master Hypnotist dan Certified NLP Trainer, Mohsain terus memperdalam keahliannya dalam bidang terapi dan pengembangan diri. Ia juga telah menerima Pingat Berkebolehan dari Presiden Singapura pada tahun 2006 sebagai pengakuan atas prestasinya yang luar biasa di bidang ini.
Salah satu kontribusi terbesar Mohsain adalah perannya dalam mengajarkan dan menyebarluaskan CTC, sebuah teknik terapi emosi yang kini telah digunakan di empat negara ASEAN. Dengan dedikasi dan pengalamannya, ia telah membantu banyak orang menemukan jalan menuju kesembuhan emosional dan pembebasan dari trauma masa lalu.
Bagi Mohsain, setiap langkah dalam perjalanan kariernya adalah sebuah misi untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui CTC dan pelatihan-pelatihan yang ia fasilitasi, ia percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk sembuh dan berkembang, asalkan diberi kesempatan dan alat yang tepat untuk melakukannya. Dedikasinya terhadap pengembangan diri, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, menjadikan beliau sebagai teladan bagi banyak praktisi dan calon praktisi CTC di Singapura dan sekitarnya.

