dr. ummi

Penelitian Teknik CTC di Perlis University Malaysia – ICRILSH 2025

Penelitian Ungkap Potensi teknik Peregangan Leher (Neck Squeezing ) dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dengan CTC Therapy

Malaysia, 2025 – Dr. Ummi Noor Nazahiah Binti Abdullah, seorang dosen dan peneliti dari Universitas Perlis yang juga Certified Master Practitioner dalam Creative Trauma Cleansing (CTC) Therapy, baru-baru ini menyelesaikan sebuah penelitian yang mengungkap potensi teknik peregangan leher, yang dikenal dengan nama Neck Squeezing, dalam meningkatkan kesehatan mental dan fungsionalitas otot pada pria dewasa. Penelitian ini membuka wawasan baru dalam bidang biomekanika dan kesehatan mental, dengan fokus pada dampak gerakan peregangan leher terhadap fungsi kognitif dan kesejahteraan emosional.

CTC: Terapi Inovatif untuk Penyembuhan Trauma dan Emosi Negatif

Creative Trauma Cleansing (CTC), yang diciptakan oleh Jumala Mutazam dari Indonesia, adalah teknik terapi inovatif yang menggabungkan peregangan fisik dengan pembersihan trauma emosional. CTC terdiri dari dua teknik utama: Neck Squeezing dan Memory Clapping. Jumala Mutazam, yang juga berperan sebagai co-researcher dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa Neck Squeezing merupakan salah satu dari dua teknik utama yang dirancang untuk membersihkan trauma mental dan emosional. Teknik ini telah dipergunakan oleh ribuan praktisi bersertifikasi di empat negara: Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei.

Desain Penelitian dan Tujuan Utama

Penelitian ini dilakukan dalam tiga fase utama. Fase pertama melibatkan penilaian kondisi kesehatan ergonomis para peserta untuk mengevaluasi adanya gangguan muskuloskeletal. Fase kedua adalah eksperimen laboratorium terkontrol yang melibatkan 30 partisipan pria dewasa di Malaysia, yang menjalani serangkaian sesi peregangan leher yang dipantau secara ketat. Pada fase ketiga, dilakukan analisis statistik mendalam untuk menilai interaksi biomekanis antara gerakan peregangan leher, aktivitas otot yang diukur menggunakan elektromiografi (EMG), dan respons detak jantung yang diukur dengan elektrokardiografi (ECG).

Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Fisik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik peregangan leher dengan CTC memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental dan fisik para partisipan. Selama eksperimen, partisipan mengalami penurunan ketegangan otot yang signifikan dan relaksasi otot yang lebih baik, yang tercermin dalam pengukuran EMG. Selain itu, analisis ECG menunjukkan penurunan ketegangan detak jantung, yang berkorelasi langsung dengan berkurangnya gejala depresi, kecemasan, dan stres.

“Penelitian ini memberikan bukti bahwa ada hubungan yang erat antara gangguan muskuloskeletal dan kondisi kesehatan mental. Ketika otot menjadi lebih rileks, gejala fisik dan psikologis yang sering kali muncul bersamaan dapat berkurang. Oleh karena itu, teknik peregangan leher ini berpotensi diterapkan sebagai terapi alternatif yang efektif untuk mengatasi kedua aspek tersebut,” kata Dr. Ummi Noor Nazahiah Abdullah, salah satu peneliti utama.

Kontribusi untuk Pengembangan Terapi Inovatif

Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan metode terapi yang menggabungkan elemen-elemen biomekanika dan psikologi. Teknik seperti Neck Squeezing yang mengandalkan gerakan fisik untuk mempengaruhi keseimbangan emosional menawarkan pendekatan yang lebih holistik dalam menangani gangguan mental. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan data berharga yang dapat digunakan oleh para ahli di bidang biomekanika, ilmu saraf, dan terapi kesehatan mental untuk merancang program intervensi yang lebih efektif.

“Pendekatan kami bertujuan untuk menggabungkan aspek fisik dan psikologis dalam satu kesatuan yang menyeluruh. Ini memungkinkan kami menawarkan cara yang lebih efisien dan non-invasif untuk mengatasi gejala gangguan mental,” ujar Encik Azeem Fitri Mohamad, peneliti utama lainnya dalam studi ini.

Harapan untuk Terapi Masa Depan

Berdasarkan temuan ini, para peneliti berharap bahwa teknik peregangan leher dalam Creative Trauma Cleansing akan semakin dikenal dan diterima oleh profesional kesehatan di seluruh dunia sebagai metode yang efektif untuk mengatasi gangguan mental dan fisik. Teknik ini menawarkan solusi terapi yang lebih inklusif, berbasis bukti ilmiah, dan non-invasif.

Dalam kesempatan terpisah, Jumala Mutazam mengatakan, “Ini adalah langkah pertama dalam sejarah besar pengembangan CTC. Teknik ini tidak hanya akan semakin dikenal di dunia internasional, tetapi juga akan semakin diakui secara ilmiah di kalangan akademik.”

Tentang Jumala Mutazam

Jumala Mutazam adalah penemu dan penggagas Creative Trauma Cleansing (CTC), sebuah metode terapi inovatif yang berfokus pada penyembuhan trauma melalui teknik biomekanis yang memadukan gerakan fisik dengan keseimbangan psikologis. Selain sebagai pencipta, Jumala juga berperan sebagai co-researcher dalam penelitian ini. Dengan pengalaman luas di bidang terapi kesehatan mental, Jumala bertujuan untuk menawarkan solusi non-invasif yang dapat membantu individu mengatasi trauma emosional dengan pendekatan CTC.

Untuk informasi lebih lanjut tentang penelitian ini, dapat mengakses publikasi terkait di IICAIET 2025 Program and Abstract Book dan ICRILSH 2025 Conference Proceedings.


Referensi:

“International Conference on Recent Innovation in Life Sciences, Healthcare for Sustainable Development (ICRILSH-2025),” conference-proceeding, Feb. 2025. [Online]. Available: https://bioleagues-docs.s3.ap-south-1.amazonaws.com/conf-proceedings/2025/ICRILSH-2025.pdf

A. F. Mohamad, U. N. N. Abdullah, and J. Multazam, “Measuring neck squeezing angles in validating the creative trauma cleansing therapy effectiveness,” conference-proceeding, 2025.

Bagikan berita / inspirasi ini :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CS Muria Nusantara

CS Muria Nusantara

I will be back soon

CS Muria Nusantara
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?
WhatsApp